Marhaban ya Ramadhan!

by | Apr 1, 2022 | Journal, Ramadhan Journal | 0 comments

Assalamualaikum!

Alhamdulillah, Allah memperkenankan kita untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan di tahun 2022 ini. Menyambut Ramadhan, seperti biasa Day, Dil, dan Dza super excited.

“Aku suka Ramadhan! Bisa makan subuh-subuh Mami… tapi kalo liat Nussa Rara suka ada iklan sirup huaaaaa..” ujar Dza.

Day dan Dil sendiri jauh-jauh hari sudah berpesan, “Mami, nanti Ramadhan buka puasanya kita pakai sirup ya yang manis-manis hmmm seger! Aku suka Ramadhan karena banyak makanan yang enak-enak…”

Yah, namanya anak-anak yang diingat duluan tentang Ramadhan adalah takjil manis-manisnya hehehe. Meski demikian saya bersyukur, Day, Dil, dan Dza sudah terbiasa puasa Ramadhan full hingga maghrib sejak TK. Puasanya pun no drama, somehow selepas subuh mereka masih punya energi penuh untuk bermain, lari-lari, dan bersepeda di halaman rumah hingga waktunya tidur siang.

Meski demikian, bukan berarti Ramadhan bersama anak-anak kami lakukan tanpa persiapan. Ada hal-hal yang saya persiapkan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar. Less fuss, apalagi saat ini saya sedang hamil.

Persiapan Ramadhan

Hal yang utama dipersiapkan jelas makanan dan minuman. Saat weekdays saya cukup terbantu karena ada Bibi yang menyiapkan masakan. Nah, problem arises on weekends karena Bibi off, dan saya yang sejak hamil tidak ada energi yang cukup untuk memasak di dapur (padahal cooking is one of the things I enjoy since I find it relaxing…). Kebetulan juga saya sedang jenuh-jenuhnya di rumah, jadi 2 hari sebelum puasa I went on grocery shopping with my parents. Suami sedang bekerja dan saya kok sepertinya tidak dibolehin nyetir sendirian dalam kondisi hamil begini hehehe… jadilah bujuk rayu ortu untuk menemani jalan. Tidak banyak yang saya stock up untuk Ramadhan, hanya nuggets, sosis, serta dua macam sirup untuk andalan menu berbuka puasa! Selain nuggets dan sosis saya juga selalu punya stok telur, bakso, dan bawang-bawangan di kulkas. Those four ingredients are enough for me to cook up “emergency” meals on weekends. Kurma juga menjadi salah satu makanan yang saya stok di kulkas. Nggak pernah beli juga sih karena kami selalu dapat kiriman kurma dari Mama dan Ibu yang jumlahnya cukup banget untuk dimakan tiap hari sampai Lebaran! Hehehe.

Stok bahan makanan dadakan saat Ramadhan in our household memang tidak banyak. Toh hanya untuk keperluan weekend saja. Itupun biasanya saya suka dapat kiriman masakan dari Ibu, Tante, ataupun diberi Mama. Di samping itu, suami dan saya mengajarkan pada anak-anak untuk sederhana dan bersyukur, terutama di bulan Ramadhan. Tujuan Ramadhan ini adalah untuk ibadah, belajar bersyukur, menahan hawa nafsu, serta berempati pada sesama yang kekurangan instead of balapan makan enak. Justru pada saat libur Lebaran lah saya stock up bahan di kulkas lebih banyak karena ditinggal Bibi off selama seminggu penuh.

Berhubung puasa baru dimulai hari Minggu, masih ada kesempatan di hari Sabtu untuk kami general cleaning di rumah. Tergantung dari kesibukan kami sekeluarga, general cleaning biasa kami lakukan bersama (Day, Dil, dan Dza juga ikutan!) antara dua minggu hingga sebulan sekali. Membersihkan teralis jendela, ventilasi, kusen, meja belajar, vacuum tempat tidur, dan ganti seprei adalah beberapa hal yang dilakukan saat general cleaning. Kebetulan Day dan saya alergi sama debu, alias kami gampang bersin-bersin… jadi deep cleaning regularly is a must in our household. Day, Dil, dan Dza bertanggung jawab untuk mengerjakan hal-hal tersebut di kamar mereka. Mumpung puasa belum mulai, jadi masih bisa minum dan makan kalau lelah seusai bersih-bersih! Saat Ramadhan berlangsung, sudah bersih semua deh kamarnya.

Sejujurnya, di bulan Ramadhan jadwal tuh berasa lebih padat dibandingkan hari-hari biasa. Ada jam yang paten di mana suami dan saya harus bangun lebih awal untuk bersiap sahur dan membangunkan anak-anak. Karena anak-anak masih kecil dan makannya lama, maka untuk sahur harus dimulai lebih awal biar tidak keburu adzan subuh. Pagi hingga siang I am totally tied up at home because of the kiddos. Setelah Ashar, waktunya saya mulai mempersiapkan takjil berbuka dan beberes kalau ada yang berantakan di rumah sekaligus membangunkan anak-anak untuk mandi sore dan sholat. Maghrib pun jadwal makin padat: berbuka puasa, sholat maghrib, makan malam, lalu Isya dan dilanjut tarawih. Tahu-tahu sudah malam aja waktunya siap-siap tidur! Oleh karena itu, beberapa hari sebelum Ramadhan kami menyempatkan untuk membereskan beberapa urusan yang kebetulan ada di luar rumah. Hal ini juga agar selama Ramadhan ya kami bisa fokus untuk beribadah dan bersama keluarga.

Bagian krusial dari persiapan Ramadhan adalah briefing the kiddos! Yup, setiap kami akan bepergian atau melakukan kegiatan kami sudah terbiasa untuk mem-briefing anak-anak. Day, Dil, dan Dza know what to do and what to expect, sehingga memperkecil kemungkinan mereka untuk rewel, not behaving accordingly, molor jadwal, dan lain-lain. Hal ini juga sekaligus melatih Day, Dil, dan Dza untuk terbiasa well prepared sebelum ngapa-ngapain. The things we briefed our kiddos are:

  • Puasa dimulai hari Minggu karena mengikuti keputusan pemerintah.
  • Libur awal puasa dari sekolah digunakan agar tubuh beradaptasi dengan ritme puasa dan cukup beristirahat, memperbanyak ibadah mumpung libur, dan bahwa libur awal puasa bukan “liburan” yang bebas dan no rules. No Nintendo and only limited TV time during the Ramadhan day off.
  • Bangun sahur jam 03.30 — wajib minum susu, makan  nasi dan buah, minum vitamin.
  • Makan sahur tanpa menonton TV (iya, anak saya harus di-briefing khusus soal ini).
  • Mengaji setelah sholat subuh sampai matahari terbit.
  • Membatalkan puasa dengan minum air dan makan kurma berjumlah ganjil (Yup, membiasakan anak mengikuti sunnah dan agar tidak kalap makan) setelah itu baru boleh dilanjut minuman manis dan jajanan lainnya (jika ada, karena aneka ria takjil tidak mandatory… ingat esensinya puasa apa?)
  • Urutan aktivitas: berbuka dengan takjil, sholat maghrib berjamaah, makan malam, sholat Isya, hafalan surat Juz Amma dilanjut tarawih bersama di rumah.
  • Mengisi jurnal Ramadhan dari sekolah setiap hari.
  • Tidur malam tepat waktu agar tidak kesulitan bangun sahur.

Banyak? Percaya deh, dengan mem-briefing seperti ini things are easier to run.

Aktivitas Ramadhan

Ramadhan adalah kesempatan untuk meningkatkan aktivitas ibadah dan memperdalam ilmu agama. Kamipun berusaha menerapkan hal tersebut dalam keluarga, agar anak-anak menjadi terbiasa. Selepas subuh, Day, Dil, Dza tidak tidur lagi. Biasanya sih mereka bermain bersama. Kali ini, sambil menunggu matahari terbit, mereka mengaji dahulu. Malam hari, mereka melanjutkan hafalan Juz Amma. Lebih konsisten sholat sunnah serta membaca beberapa buku Islami juga jadi aktivitas Ramadhan bagi saya. Anak-anak pun punya banyak buku cerita Islami yang bisa mereka baca sewaktu-waktu.

Seperti dua tahun belakangan ini, saya berusaha mengisi awal Ramadhan anak-anak dengan materi-materi ringan. Biasanya saya carikan kajian yang durasinya singkat-singkat dengan tema  yang bisa dicerna anak-anak. Channel yang sering saya ubek-ubek di Youtube adalah channel Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Syafiq Riza Basalamah, dan Yufid TV. Kebetulan buku yang sedang saya baca mengenai adab dalam Islam, penjelasannya simpel dan isinya membahas etika pergaulan sehari-hari. Sebuah topik yang cocok untuk Day, Dil, dan Dza. Plan-nya sih mau saya sharing dan kasih sedikit games seperti biasanya untuk mereka. Khusus untuk Dza, saya sertakan dia di program Pesantren Online. Durasinya satu minggu saja, tujuannya agar Dza yang masih kelas 1 SD ini bisa memperluas wawasan dan dunianya (nggak cuma ketemu kedua kakaknya saja!) , membiasakan Dza untuk beraktivitas secara mandiri (lepas dari kedua kakaknya), serta agar Dza terbiasa dengan ragam aktivitas di luar sekolah. Maklumlah, anak pandemi… mau panggil guru mengaji ataupun mengirim anak-anak ke tempat les masih mikir-mikir dulu! Untuk weekends, saya berencana mengikutkan anak-anak di kegiatan komunitas STEAM. Cari ilmu sekaligus mengisi weekend agar tidak mainan Nintendo melulu. Hehehe.

Aktivitas Reguler

… alias aktivitas yang rutin dilakukan tetap dilakukan meski sedang berpuasa dong! Justru di sinilah anak-anak belajar menjadi tangguh, juga belajar manajemen tenaga dan waktu.

Puasa Ramadhan Hari Pertama

… dan rencananya saya tidak berpuasa. Saat ini saya sedang hamil, telat makan sedikit perut sudah keroncongan dan ditendang-tendang sama baby di dalam. Dalam sehari saja saya bisa makan empat kali belum termasuk cemilannya. Hehehe. Mudah capek juga jadi kendala saya ketika hamil ini. Jadi, saya putuskan untuk skip berpuasa Ramadhan kali ini. Sebenarnya saya berharap setidaknya bisa berpuasa meski hanya beberapa hari saja. We’ll see later ya. Semoga Allah bisa memudahkan.

Tidak berpuasa bukan berarti bersantai lho…

Justru karena tidak berpuasa, saya ingin memperbanyak bentuk-bentuk ibadah lainnya seperti meningkatkan frekuensi mengaji, membaca buku-buku Islami untuk memperdalam ilmu, dan lain-lain. Bangun sahur jelas tetap akan saya lakukan untuk mempersiapkan sahur buat suami dan anak-anak sekaligus saya ikutan makan! Hehehe…

Suatu hari, Dza nyeletuk, “Hmmm… Mami enak nggak puasa bisa makan! Eh….!!! Nggak ding… kasian Mami nanti aku udah bisa makan Mami sendiri yang nggak bisa makan bayar utang wahahahaha…” Puas gitu Nak, ketawamu! Hehehe.

Day dan Dil pun nggak kalah celetukannya, “Mami, ‘kan nggak puasa… Jangan makan di depan kita dong.”

“Hmmm… Mami lho. Ke dapur bikin makan kamu ikutin. Mami duduk di teras luar buat makan dikejar. Mami jalan diem-diem ke kamar, nggak bersuara, nggak woro-woro, ya kamu kejar juga pake nanya, ‘Mami itu apa? Bawa apa?’ Mami udah sembunyi di kamar, masiiiih juga kamu kejar masuk ke kamar. Lah siapa coba yang bikin perkara hayoooo…”

Day dan Dil tersenyum simpul. Berkaca dari pengalaman Ramadhan 2 tahun sebelumnya, saya bersyukur, Day, Dil, dan Dza bersemangat dan kuat menjalankan ibadah puasa. Energinya itu lho, nggak ada habisnya! Kalau sedang tidak berpuasa, adaaa aja yang diminta. Susu, jajanan, minta makan, lapar melulu bawaannya. Giliran sekarang berpuasa hingga maghrib, kuat banget sejak subuh nggak tidur, begitu matahari sudah terbit langsung mereka berlari ke luar untuk main sepeda, mengejar-ngejar Jelly (kucing Uti yang sudah tua hiks…) atau gangguin Utinya yang lagi berkebun. Balik ke dalam buat mandi pagi dan beresin kamar, eeeh lanjut lagi bermain, lari-lari, heboh sendiri!

Anyway, semoga segala niatan baik dan amal ibadah yang kita kerjakan di Ramadhan kali ini diterima Allah SWT dan kita semua bisa dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun-tahun berikutnya ya. Semangat Ramadhan semuanya! Aaamin!

Written by Anty

A CR Girl turned stay at home Mom of 3 kids. Missus Heroine is the place where I share my thoughts and journey adapting into my new roles as well as many other things. Here I am, in a journey of becoming the Heroine I want myself to be.

More From This Category

Pregnancy Skincare Routine

Pregnancy Skincare Routine

Self pampering is my favorite thing. I think most women agree that they enjoy self pampering... and that the easiest self pampering is taking care of yourself by doing skincare routine! Well, saya sering mendengar cerita perempuan meninggalkan skincare routine mereka...

read more

0 Comments

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Drop me your email and I'll slide into your inbox for updates!