Weekend Well Spent: Berkunjung ke Perpustakaan Umum Balai Pemuda

Beberapa hari lalu Dza melakukan field trip bersama sekolahnya ke Perpustakaan Balai Pemuda. Nah, sore harinya di rumah, dengan riang gembira Dza menceritakan pengalaman kunjungannya kepada saya dan kedua kakaknya.

“Seru lho Mami. Ada English Corner, ada Korean Corner! Terus itu yang children books pakai karpet warna-warni yang ada alfabetnya. Bukunya banyak!”

Mendengar promosi dari Dza yang begitu antusias, Day dan Dil (terutama Day yang hobi baca buku) request, “Mami, nanti kalau ujiannya udah selesai kita ke perpustakaan ya!”

Sebuah ide yang langsung saya approve tanpa mikir! Wahahaha…

Di saat anak kecil jaman sekarang sibuk dan terpana bermain gadget, anak saya minta untuk diajak ke perpustakaan. I did not have to do any effort to persuade them. Plus, ini adalah kesempatan emas untuk membuat Dil mau membaca buku. Yup, dari 3 anak, yang paling susah disuruh baca buku adalah Dil. Wali kelas Dil saat kelas 3 dulu sampai berpesan khusus, “Tolong Dil perbanyak membaca buku.” Saya tahu, tidak semua anak naturally inclined towards reading books. Apalagi Dil ini anaknya kinestetik. Dia lebih tertarik untuk bereksplorasi dan mencoba hal-hal secara langsung ketimbang duduk diam membaca. Sekalinya baca buku, eh dia numpang baca ama Day. Ketika Day sudah selesai membaca halaman yang ia buka dan mau membalik lembaran buku ke halaman berikutnya, eh Dil malah ngomel. Katanya Day tidak mau berbagi. Lha, yang numpang siapa, yang marah siapa coba bocaaah…

Anyway, saya sendiri pun penasaran ingin mengunjungi perpustakaan tersebut. Saat libur Lebaran lalu kami berlima sempat main ke Balai Pemuda, tapi hanya lihat-lihat galeri/alun-alun bawah tanahnya saja. Saat itu perpustakaannya sedang tutup. Nah, suami bilang, kalau dia pernah main-main ke perpustakaan Pemprov di daerah Menur. He had a good impression about the library, dan ekspektasinya, perpustakaan yang ini pun sama menariknya.

The Library

Sekitar jam 10.00 kami tiba di Balai Pemuda dan langsung menuju ke perpustakaan. Berdasarkan informasi, perpustakaan ini buka sejak jam 08.00. Saat kami tiba, tampak sudah ada beberapa pengunjung perpustakaan. Meski demikian, perpustakaannya masih tergolong sepi alias masih cukup pagi. Yup, we avoided crowds biar nyaman juga, makanya datang rada pagian! Hehehe.

Di depan pintu masuk perpustakaan ada petugas yang menyambut dan meminta kami untuk registrasi dengan mengisi Google Form yang tautannya diperoleh dengan cara scan QR code. Ini yang registrasi tidak hanya ortunya namun juga anak-anaknya lho. Setelah itu kami diberi kunci loker untuk menyimpan barang bawaan.

Masuk ke dalam area perpustakaan, kami menyimpan barang bawaan terlebih dahulu di dalam loker. Terdapat front desk/information desk di dalam area perpustakaan ini. Kita bisa tanya-tanya informasi di sini.

Perpustakaan ini terdiri dari satu lantai saja, namun terbagi menjadi beberapa section.

Di sisi kanan, terdapat English Corner yang rupanya supported by British Council. Ragam buku di English Corner ini kids friendly, alias anak-anak bisa membacanya. Jadi ingat, dulu saat masih SMP saya terdaftar sebagai member perpusnya British Council. Sepulang sekolah didrop oleh Bapak di sana untuk baca-baca buku/meminjam VCD film dan dijemput 1-2 jam kemudian.

 

Selanjutnya ada area kecil Children Play Land yang juga berisi buku-buku untuk pembaca cilik.

Nah, kalau ini adalah area yang jadi highlight untuk Day, Dil, dan Dza. Children Library Room! Sebuah ruangan kecil dedicated untuk koleksi buku anak-anak. Meski kecil namun koleksi bukunya cukup banyak lah untuk bikin anak-anak betah membaca. Dihiasi gambar-gambar dan karpet warna-warni, anak-anak bisa membaca buku yang diinginkan sambil lesehan. Khusus untuk area anak-anak ini sepatu harus dilepas ya!

Next, area yang diperuntukkan untuk adult visitors. Di sini ada beragam buku yang sudah ditata sesuai tema/topiknya. Mulai dari parenting, pertanian, teknik, manajemen, sastra, fiksi, agama hingga referensi seperti Hukum, Ekonomi, Komunikasi, dan lain-lain. Oh ya, ada juga section Korean Corner. Saya tidak sempat mengintip ke section tersebut karena rupanya ada pengunjung yang sedang tiduran di sana. Hehehe.

Ada sebuah komputer yang bisa kita gunakan untuk mencari directory buku yang kita inginkan. Sayangnya koneksi internetnya sangat lambat, mendingan cari-cari sendiri secara manual!

Nah di bagian tengah perpustakaan terdapat meja dan kursi yang bisa digunakan pengunjung untuk membaca ataupun bekerja alias buka laptop. Ada juga beberapa sofa jika kita ingin membaca dengan lebih santai.

Perpustakaan di Balai Pemuda ini terbuka untuk umum lho. Meski demikian, kita juga bisa mendaftar sebagai member perpustakaan. Benefit-nya, member bisa meminjam buku untuk dibawa pulang selama seminggu. Tidak hanya orang dewasa saja yang bisa menjadi member, namun anak-anak pun bisa. Caranya mudah, cukup dengan mengisi form melalui scan QR Code atau klik di https://dispusip.surabaya.go.id/tempeterasi/ekta/pendaftaranmandirikta lalu lampirkan juga scan KTP/KK. Membership perpustakaan Balai Pemuda ini berlaku untuk warga dengan KTP/KK Surabaya ya.

Our Experience

Begitu kami masuk ke dalam perpustakaan, Day, Dil, dan Dza langsung menyerbu area Children Library Room. Suami menghampiri komputer untuk mencari directory buku yang ingin ia baca, sementara saya menyusuri lorong rak buku satu demi satu. Setelah masing-masing dari kami menemukan buku yang ingin kami baca, we took our spots. Suami dan saya duduk di sofa sementara anak-anak lesehan di karpet. Sesekali mereka menghampiri saya setelah menyelesaikan buku yang dibaca sebelum lanjut mencari buku berikutnya. Bosan di karpet, akhirnya mereka pun ikutan suami dan saya duduk membaca di sofa.

Nevertheless, saya senang melihat antusiasme anak-anak yang langsung sigap mencari-cari buku untuk dibaca. Alhamdulillah seimbang ya, antusiasme main di mall dengan di perpustakaan! Hihihi. Suami dan saya senang! Betapa tidak, mengajak anak-anak ke perpus ini adalah solusi praktis: bisa mengajak anak-anak jalan ke luar rumah tapi ngirit dan tidak usah capek-capek mengawasi detail seperti di mall. We let them roam free in the library without too much worry, plus we could save our energy. Tidak usah capek manggil-manggil kalau tiba-tiba mereka lepas dari pengawasan/jumpalitan/jalan kejauhan. Hehehe. Maklum, Day, Dil, Dza tergolong anak-anak yang tidak bisa diam!

Buat saya sendiri, ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki kembali di perpustakaan semenjak lulus kuliah. Yahhh lulus kuliah tahun 2012, berarti 10 tahun saya tidak pernah ke perpustakaan! Anyway, visiting this library evoked that certain feelings. Seneng, karena ketemu dengan banyak buku-buku, sekaligus setengah nostalgia jaman kuliah dulu. Apalagi interior perpustakaan di Balai Pemuda ini juga beraksen biru, seperti interior perpus kampus saya dulu!

Salah satu hobi saya membaca, dan saya menikmati fasilitas perpustakaan di kampus saya dulu karena saya bisa baca beragam buku baik dari dalam maupun luar negeri, dengan cakupan topik yang sangat luas. That’s why I get excited visiting this library. Meski perpus Balai Pemuda ini relatif kecil (hanya terdiri dari 1 lantai) namun tetaplah nyaman dan menyenangkan. Untuk leisure reading cukup sih referensi buku-bukunya. Ruangan perpusnya pun ber-AC, bersih, dilengkapi sofa dan meja kursi serta toilet di dalamnya. Plus, yang datang ke perpus ini ya memang orang-orang yang niat mau baca buku atau cari ketenangan buat kelarin pekerjaan/tugas di laptop. It is a safe haven!

Lokasi Balai Pemuda yang ada di tengah kota (Hmmm.. ya tidak terlalu tengah juga sih tapi you get the idea lah, dari titik ini mau ke mana-mana juga relatif mudah dijangkaunya) juga enak, saya bisa bayangin mampir ke sini untuk sejenak membaca buku atau menyelesaikan pekerjaan di laptop sebelum lanjut ke tujuan berikutnya.

We spent around 90 minutes reading books in the library. Kami keluar saat adzan Dhuhur dan langsung sholat di masjid yang ada di kawasan Balai Pemuda. Praktis deh.

Beberapa tips dari pengalaman kunjungan kali ini:

  1. If you are a type of person who doesn’t like crowds, lebih baik datang pagi, mendekati jam buka perpus!
  2. Bawa tas kecil saja berisi essentials karena ukuran bilik loker menurut saya tidak terlalu besar. Lagipula mengurangi resiko juga ‘kan! (disclaimer: the library is safe anyway, banyak petugasnya).
  3. If you bring children, brief your children prior to visiting the library. Yup, tidak semua anak sudah paham etika dalam perpustakaan, atau mungkin beberapa juga masih terlalu kecil usianya. Dengan menjelaskan di awal, anak-anak will know what to expect: situasinya seperti apa, how to behave, dll.
  4. Clear your schedule! Jangan bikin jadwal janjian mepet-mepet karena you will lose the track of time saking asyiknya membaca. Asumsi saya, kalau sudah niat berkunjung ke perpus ‘kan berarti memang hobi membaca yaaaaa hehehe…

Mengunjungi perpustakaan di Balai Pemuda ini bisa jadi alternatif kegiatan leisure sekaligus edukatif untuk anak-anak. Apalagi habis ini liburan sekolah… biar tidak mati gaya di rumah!

Written by Anty

A CR Girl turned stay at home Mom of 3 kids. Missus Heroine is the place where I share my thoughts and journey adapting into my new roles as well as many other things. Here I am, in a journey of becoming the Heroine I want myself to be.

More From This Category

2 Comments

2 Comments

  1. Ogy

    Mantap kak tulisannya. Banyak-banyak membaca biar wawasan bertambah

    Reply
    • Anty

      Terima kasih!

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published.

Drop me your email and I'll slide into your inbox for updates!